Khotimatul Khusna dengan Prestasinya

Berangkat dari seberang Pulau, Khotimatul Khusna (20), menuju ke Kota Sukabumi sengaja untuk mengasah bakatnya sebagai seorang kaligrafer. Dibimbing sang guru di Lembaga Kaligrafi (LEMKA) Kota Sukabumi, selama dua tahun dirinya terus bergelut mempelajari khot (tulisan Arab). Baginya, tiada hari tanpa menggoreskan tulisan. Alhasil, kesungguhannya itu membuahkan prestasi. Hingga akhirnya Khotimatul Khusna mampu meraih Juara I pada Musabaqah Kaligrafi Qur’an (MKQ) 2010 Tingkat Kota Sukabumi.

Sore itu, di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sukabumi tampak para mahasiswa berhamburan ke luar kelas. Rupanya mereka telah usai mengikuti diskusi rutin tentang kemuslimahan. Seorang mahasiswa yang juga Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) tiba-tiba datang menunjuk salah seorang mahasiswi dan mempersilakan Reporter Radar Sukabumi untuk sekedar mewawancarainya. Mahasiswi tersebut ternyata adalah Khotimatul Khusna sang seniman kaligrafi.

Khotimatul Khusna mulai menekuni seni kaligrafi semenjak duduk di bangku kelas III Madrasah Aliyah (MA) As’ad Kota Jambi.Di sana, seni tersebut merupakan salah satu bidang ekstrakurikuler bagi para siswa. “Ketika di MA, saya belajar khot naskhi, tsuluts,diwani dan faritsi,” tuturnya kepada Radar Sukabumi sembari menatap langit-langit kelas, seraya mengingat masa lalunya.”Dulu alat tulisnya hanya menggunakan kwas dan spidol saja,” lanjut dara yang sekarang kuliah di semester VI STAI Sukabumi. Ketika di Jambi, dirinya telah terbiasa mengikuti berbagai ajang perlombaan kaligrafi. “Ya, hanya meramaikan saja. Namun alhamdulillah, mampu menambah wawasan dan kreatifitas,”ujarnya sambil tersenyum. Di Pondok Pesantren LEMKA Kota Sukabumi,Husna dibimbing oleh gurunya yang bernama Ust. Didin Sirojudin. Bersama santri-santri lainnya yang berasal dari 17 propinsi, 7 jenis huruf Arab indah dipelajarinya. “Untuk lembaga kaligrafi, di Indonesia kan hanya satu-satunya, yaitu LEMKA Kota Sukabumi. Di sana, 7 macam khot sudah terbiasa untuk digoreskan di atas kertas atau kanvas. Kami menggoreskannya dengan andam. Khot tersebut, yaitu: naskhi,tsuluts, diwani, faritsi, diwani jalii, rik’ah dan khufi,” katanya.
Pada November 2010, Khotimatul Husna mewakili Kecamatan Citamiang untuk mengikuti Musabaqah Khotil Qur’an (MKQ) Tingkat Kota Sukabumi.”Saya merasa gugup, ketika disuruh pak ustadz untuk mengikuti lomba. Namun dengan do’a kedua orang tua, dan dukungan teman-teman. Akhirnya berkat ridho-Nya, saya meraih gelar juara I MKQ, untuk kelas dekorasi,” paparnya penuh bangga.

Menurut temannya, santri LEMKA Kota Sukabumi asal Kalimantan Timur, Jumiati menuturkan bahwa tulisan kaligrafi Husna sangat berkualitas dan memiliki nilai seni. “Tulisannya bagus, menarik dan orang yang melihatnya akan berdecak kagum,” pungkasnya.

 

Sumber : http://www.radarsukabumi.com/index.php?mib=berita.detail&id=66991