Mutu Pendidikan Madrasah di Era Pandemi

Titin Sumartini M.Pd

(Magister Pascasarjana STAI Sukabumi)

 

Di era sekarang ini, dunia pendidikan di Indonesia memiliki tantangan yang sangat besar. Arus globalisasi yang semakin kuat dan terbuka memicu semangat bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikannya, karena telah disadari bahwa madrasah yang dapat bertahan hanyalah yang memiliki kualitas tertentu.

Apalagi pada saat yang kontekstual ini, dunia pendidikan sedang diuji dengan pandemi wabah covid-19. Oleh karena itu, untuk menjaga mutu pendidikan madrasah, kita harus senantiasa beradaptasi dan berdamai dengan pandemi lewat protokol kesehatan 5 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

Di tengah adaptasi kebiasaan baru ini, pendidikan madrasah dituntut untuk mampu berkreasi, berinovasi dan bersikap produktif agar tidak tertinggal oleh dinamika keadaan yang serba cepat. Hanya dengan mindset yang visioner dan kreatif, kita bisa membuat lompatan sejarah yang gemilang dan menghadirkan pendidikan yang bermutu di masa kini dan mendatang.

Untuk itu saya mengharapkan agar dunia pendidikan khususnya madrasah memiliki mindset  yang optimis dan produktif dalam menjalani proses pengajaran. Mindset visioner yang membangun sikap optimis dan mendorong produktivitas harus dijadikan kiat untuk mencari anugrah dari musibah covid-19 dengan menciptakan karya dan kreativitas baru.

Salah satu manfaat yang dapat kita petik dari covid-19 adalah percepatan transformasi pembelajaran dari sistem konvensional ke sistem digital sebagai jawaban yang logis dan tepat. Transformasi literasi digital pun sangat penting, dan yang tidak kalah penting adalah guru dituntut untuk menjadi fasilitator belajar yang baik. Untuk saat ini yang banyak menimbulkan perubahan nilai, sudah tidak zamannya lagi guru ber-acting dipanggung sedangkan anak-anak hanya disuruh menonton saja. Peran anak didik justru menjadi lebih dominan dan esensial dalam dunia pendidikan, sementara guru dituntut untuk lebih cerdas dan bijaksana menghadapi pergeseran perubahan tersebut.

Kepemimpinan yang visioner sangat diperlukan saat ini bagi lembaga pendidikan. Karena keadaan genting ini melahirkan kebutuhan untuk meniru dan menerapkan strategi yang adaptif dan efisien. Dengan adanya pemimpin visioner, diharapkan tercipta budaya kerja yang mampu mewujudkan mutu lembaga pendidikan yang progresif dan unggul menjadi pusat perhatian dan harapan masyarakat luas.

Guru harus mampu menghadirkan sebuah transformasi pembelajaran yang lebih menekankan pada peningkatan life skill. Dunia mengharapkan SDM yang memiliki berbagai kecakapan hidup yang relevan dengan kebutuhan saat ini seperti kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah, mencari informasi, berpikir kritis, kemampuan konseptual yang baik, dan berkolaborasi yang sinergis.

Pembelajaran secara virtual dan literasi digital sebagai alternatif pembelajaran tatap muka telah menghadirkan transformasi pembelajaran, yang saya nilai sebagai sunatullah dan proses inovasi manusia, agar pembelajaran tidak ketinggalan tanpa mengabaikan hakikat perubahan orientasi pendidikan itu sendiri.

Pemerintah pun bertanggung jawab untuk terus memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap perkembangan pendidikan. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan bantuan dan dukungan baik moril maupun materiil untuk membantu lembaga pendidikan islam, khususnya di masa pandemi.

Untuk yang terakhir kalinya, saya titipkan pesan bahwa “tidak ada mesin penggerak organisasi yang tepat dalam meraih mutu yang unggul dan keberhasilan di masa depan, kecuali visi yang menarik, mampu memberikan pengaruh kuat dan masuk akal untuk diwujudkan, serta mendapat dukungan luas.

Thank you so much my friend, stay healthy and good luck

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Scroll to Top