Teknik Pembelajaran Metode ABA untuk Mengatasi Gangguan Berbahasa Ekspresif pada Anak

Mia Sari Novianti, M. Pd

(Guru SMK IT Al-Junaediyah Cisaat Sukabumi/Magister PAI STAI Sukabumi)

 

Komunikasi merupakan kemampuan dasar manusia yang paling penting, sehingga tidak heran apabila gangguan berbahasa menjadi sumber kecemasan orang tua untuk anak-anaknya. Tentunya para orang tua merasa takut, apabila anaknya mengalami kendala perkembangan bahasa tersebut hingga mereka dianggap tidak sukses. Hal inilah yang disebut dengan gangguan bahasa ekspresif. Apa itu bahasa ekspresif? Bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk mengekspresikan pemikiran seseorang dan berkomunikasi dengan orang lain. Kesulitan bahasa ini sangat mungkin untuk diatasi khususnya jika di mulai sejak awal.

Untuk mengatasi anak yang mengalami gangguan berbahasa ekspresif ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, berikan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Kedua, lakukan teknik atau cara belajar yang sesuai dengan kondisi anak. Dalam konteks ini penulis menggunakan teknik metode pembelajaran ABA.

Applied Behavior Analysis (ABA) adalah sebuah pendekatan prilaku dengan melalui proses analisa. Dasar analisa yaitu data anak yang menjadi dasar penyusunan program pembelajaran atau terapi. Pembelajaran Teknik ABA fokus mengajarkan keterampilan khusus untuk anak-anak dengan autism. Agar anak memahami dan mengikuti instruksi verbal, merespon perkataan orang lain, mendeskripsikan sebuah benda,

Bagaimana cara melakukan terapi ABA?

  1. Lakukan kontak mata dengan anak, seperti saat mengobrol dalam waktu minimal 10 detik. Semakin banyak anak menatap terapisnya, maka itu semakin bagus.
  2. Panggil anak, sebelum melakukan sesuatu. Pastikan anak menatap terapisnya dan bilang “tidak” bila si anak melakukan suatu hal di luar perintah. Dan beri pujian bila anak melakukan sesuai arahan atau bilang “iya” atau “iya benar”.
  3. Meluapkan emosi pada diri sendiri. Karena anak yang mengalami gangguan bahasa ekspresif, belum bisa sepenuhnya mengekspresikan dirinya. Aktivitasnya meliputi gembira, sedih, marah, terkejut, ngantuk, sakit, capek, takut, bingung dan bosan. Ungkapkan dan beritahu si anak bagaimana cara mengekspresikan gembira, misalkan dengan senyuman lebar, tangan dua duanya di keataskan, atau dengan bertepuk tangan.
  4. Berikan pertanyaan social, seperti siapa namamu, apa kabar, berapa umurmu, siapa nama ayahmu, siapa nama ibu mu, siapa nama gurumu, dimana kamu sekolah, dimana alamat rumahmu dan seterusnya.
  5. Memberikan benda sesuai yang dipinta. “tolong ambilkan buku, di atas meja makan. Tolong ambilkan boneka di dalam lemari.
  6. Anak dapat menyebutkan ciri-ciri benda yang ada dihadapannya
  7. Anak dapat menyebutkan benda yang tidak ada di hadapannya
  8. Menyebutkan kategori dimana obyek itu berasal. Misalkan kue merupakan kategori makanan. Baju merupakan kategori pakaian, piano merupakan kategori alat music, dan sebagainya.

Seperti itulah di antaranya cara tahap awal dalam menghadapi anak yang mengalami gangguan Bahasa ekspresif, anak di kendalikan emosinya, dan terus menerus dikasih arahan bagaimana cara nya bersikap, bagaimana caranya mengekspresikan setiap kejadian, baik yang menyenangkan, atau yang menyedihkan.

Siapa saja yang bisa mengajarkan anak ABK? Yaitu diantaranya orang tua, guru, terapis, bisa melakukan pengajaran asalkan telah mengikuti pelatihan, membaca buku, searching, sharing pengalaman dengan terapis, dan mengetahui kondisi anak tersebut. Selain itu, anak harus di berikan asupan nutrisi yang baik dan bergizi. Ada sembilan nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak diantaranya adalah:

  1. Protein : ikan, ayam, telur, susu, tempe, biji-bijian, kacang kacangan.
  2. Karbohidrat : Roti, sereal, umbi-umbian, nasi, pasta, mie, tepung
  3. Zat besi: daging merah, gandum utuh, sayuran berdaun hijau, tuna, telur, biji-bijian, kacang-kacangan.
  4. Vitamin D : Sinar Matahari, kuning telur, salmon, tuna udang.
  5. Kalsium : Susu, keju, yogurt, kuning telur, brokoli, bayam, tahu.
  6. Omega 3: minyak sayur, biji bunga matahari, salmon, tuna, almon, alpukat.
  7. Vitamin C : Jeruk, Stroberi, tomat, brokoli, kiwi, kembang kol.
  8. Serat : Alpukat, brokoli, pisang, almon, bawang, wortel.
  9. Vitamin A: Wortel, ubi, brokoli, kuning telur, kembang kol, bayam, minyak ikan. Sumber: dr. Dian P, MGizi, SpGk.

Dari paparan nutrisi di atas, dapat diketahui bahwa setidaknya ada sembilan nutrisi sebagai asupan untuk membantu tumbuh kembang anak secara lahiriah. Fisik yang sehat dapat membantu konsentrasi anak dalam menangkap respon dari luar.

Diakhir tulisan ini, penulis berharap semoga para orang tua yang memiliki anak ABK dapat terbantu dan memotivasi untuk selalu mengarahkan anak ABK menjadi lebih baik dan dapat menjadi anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal. Dan tak lupa untuk selalu berdo’a.

Wallahu a’lam bissawab.

One thought on “Teknik Pembelajaran Metode ABA untuk Mengatasi Gangguan Berbahasa Ekspresif pada Anak”
  1. Masha Allah luar biasa, Jazakallah bu, hal ini juga bisa dilakukan pada anak sendiri ya bu..kontak mata itu menautkan emosi, membaca pikiran, karena mata adalah jendela hati. Walaupun hanya 10 detik tapi pengaruhnya luar biasa. Jazakallah bu 🤩🤩🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *